Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menentukan Nada Bahasa Thai Menggunakan Bagan Kris Willems

www.ethaier.com

Mengingat Bahasa Thai adalah bahasa yang mempergunakan gaya suara (tonal language), maka tinggi dan rendahnya nada akan sangat berpengaruh dalam arti sebuah kata.




Bahasa Thai memiliki 5 nada diantaranya ada nada datar, rendah, jatuh, tinggi dan bangkit. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar diatas merupakan tabel nada Bahasa Thai beserta nama tanda nada dan contoh katanya.

Salah nada sedikit bisa mengubah arti dari kata tersebut. Berikut ini saya akan bahas cara sederhana menentukan nada dalam Bahasa Thai berdasarkan bagan dari Kris Willems.


Bagan Kris Willems

Tone, thailand, languange, nada, bahasa, fakhri, indo


Perhatikan Konsonan

Konsonan terbagi menjadi 3 kelas; rendah, tengah dan tinggi. Ketiga kelas konsonan tersebut berperan sebagai salah satu syarat penentu nada. Itulah sebabnya mengapa Bahasa Thai memiliki 3 kelas konsonan yang berbeda.

Sebagai contoh, misalnya ada sebuah kata yang ditulis dengan menggunakan huruf KH dari kelas rendah maka nada yang dihasilkan akan berbeda dengan yang ditulis menggunakan huruf KH kelas tinggi, meskipun kata yang ditulis itu sama.

Mari kita mulai, langkah pertama kita harus bisa menentukan konsonan awal beserta kelasnya pada setiap suku kata.
มาก [mâak] (nada jatuh) = banyak; sangat
Maka konsonan awal dari suku kata tersebut adalah  [m] (kelas rendah).

Begitu pula jika terdapat lebih dari 1 suku kata maka kita harus lihat setiap suku katanya.
ขอบคุณ [khòop khun] (nada rendah dan nada datar) = terima kasih.
Kita harus pisahkan per suku kata sehingga menjadi ขอบ dan คุณ, maka konsonan awal untuk suku kata pertama adalah [kh] (kelas tinggi) dan suku kata kedua konsonan awalnya [kh] (kelas rendah).

Jika terdapat konsonan ganda, maka yang dilihat sebagai konsonan awalnya adalah konsonan paling awal.
โปรย [bprooy] (nada datar) = menabur. Jika kita perhatikan terdapat dua kelas konsonan berbeda dalam satu suku kata, yaitu  [bp]​ (kelas tengah) dan  [r]​ (kelas rendah). Maka yang kita gunakan untuk menentukan nada cukup konsonan yang depannya saja yaitu  [bp].
 โ (o) ini bukan huruf konsonan ya, tapi huruf vokal o yang terletak di sisi kiri konsonan.


Perhatikan Akhiran Suku Kata (Syllable)

Kita akan melihat seperti apa bunyi dari huruf terakhir dari sebuah suku kata. Akhiran Suku Kata terbagi menjadi dua; Akhiran Hidup (Live Syllable) dan Akhiran Mati (Dead Syllable).

Akhiran Hidup adalah huruf akhiran yang bunyinya bisa dipanjangkan atau jika kita menyentuh Laring/Pangkal tenggorokan saat mengucapkan kata tersebut akan terasa getaran, itulah yang disebut akhiran hidup.
Contohnya seperti pada kata "channnnnnnnnnnnn" huruf N bisa dipanjangkan.

Sedangkan Akhiran Mati adalah sebaliknya, tidak bisa dipanjangkan dan tidak ada getaran pada Laring.
Contohnya seperti pada kata "jeprettttttttttttt" huruf T tidak bisa dipanjangkan.

Akhiran Hidup dan Akhiran Mati memiliki kriteria yang berbeda-beda, berikut ini adalah kriteria Akhiran Hidup dan Akhiran Mati.

Akhiran Hidup (Live Syllable):
  1. Berakhiran vokal panjang, contoh ม (maa)
  2. Berakhiran bunyi ng, n, m, y/i, w/u

Akhiran Mati (Dead Syllable):
  1. Berakhiran vokal pendek, contoh ค่ (kha)
  2. Berakhiran bunyi k, t, p
Konsonan ด (d-), บ (b-) jika berada diakhir konsonan maka akan dituliskan menjadi ด (-t), บ (-p). Klik untuk melihat tabel konsonan beserta penulisan awalan dan akhiran.
Klik untuk melihat vokal pendek dan vokal panjang.

Perhatikan Tanda Nada

Perhatikan gambar dibawah ini:


tone, mark, thailand, bahasa, language, bangkok


Bahasa Thai memiliki 5 nada; nada datar, rendah, jatuh, tinggi dan bangkit. Masing-masing nada memiliki simbol yang berbeda-beda, meskipun terdapat tanda nada rendah, bukan berarti nada yang dihasilkan akan selalu rendah.

Simbol nada letaknya selalu diatas konsonan atau diatas vokal yang posisi vokalnya diatas konsonan contohnya เดี่ยว, ห้า, จ๊ะ, จ๋า.
Fyi, vokal ada yang terletak di kiri, atas, kanan dan bawah konsonan

Sekarang coba lihat kembali bagan di atas kita coba cocokkan keempat kata berikut ini; เดี่ยว, น้า, สวย, น่ารัก dengan menggunakan bagan tersebut. Nada apakah yang akan dihasilkan keempat kata tersebut?

Latihan

เดี่ยว

Apakah ada tanda nada? Ya, tanda nada rendah.
Konsonan awal adalah kelas rendah? Tidak, Kelas Tengah.
Hasil = dìiaw [nada rendah]

น้า

Apakah ada tanda nada? Ya, tanda nada jatuh.
Konsonan awal kelas rendah? Ya.
Hasil = náa [nada tinggi]

สวย

Apakah ada tanda nada? Tidak.
Akhiran mati atau hidup? Hidup.
Konsonan awal kelas tinggi? Ya.
Hasil = sŭay [nada bangkit]

น่ารัก

[suku kata pertama] Apakah ada tanda nada? Ya, tanda nada rendah.
[suku kata pertama] Konsonan awal kelas rendah? Ya.
Hasil = nâa [nada jatuh]

[suku kata kedua] Apakah ada tanda nada? Tidak.
[suku kata kedua] Akhiran mati atau hidup? Mati.
[suku kata kedua] Konsonan awal kelas rendah? Ya.
[suku kata kedua] Huruf vokal pendek atau panjang? Pendek.
Hasil = rák [nada tinggi]

Bagaimana tidak sulit bukan? Bagan ini sebetulnya hanya untuk membuktikan nada yang akan dihasilkan untuk setiap suku kata dan sebagai "tabel rumus" saja. In real life, sebaiknya kita menghafal dan menirukan setiap kata yang diucapkan oleh orang Thai asli (native) itu lebih efektif dibanding kita harus menghafal dengan bagan ini.

Jika ada yang ingin ditanyakan silakan tulis di kolom komentar ya.


Muhamad Fakhri
Muhamad Fakhri Being rich is not about how much you have, but how much you can give.

2 komentar untuk "Menentukan Nada Bahasa Thai Menggunakan Bagan Kris Willems"

  1. Jadi Kalau ผู้ชาย untuk "ผู้" itu menjadi nada tinggi?
    dan untuk kata "ตั๋ว" itu menjadi nada tinggi, datar atau apa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ผู้, kelas tinggi + ada nada jatuh = phûu (nada jatuh)
      ตั๋ว​, ต kelas tengah + ada nada bangit = dtŭa (nada bangkit)

      Hapus

Berlangganan Gratis