Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQs) - Fakhri.id :: Belajar Bahasa Thai & Lao

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQs)

Frequently Asked Questions

Bahasa THai, thailand, languange, huruf, lagu


Baru-baru ini saya mendapat banyak pertanyaan mengenai Bahasa Thai, pertanyaan-pertanyaan tersebut kebanyakan serupa, maka akan lebih baik jika saya rangkum pertanyaan tersebut kedalam artikel ini. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung tinggalkan komentar.


1. Abjad Thailand seperti apa? 
Bahasa Thai tidak menggunakan sistem abjad a, b, c, d, tetapi menggunakan sistem konsonan dan vokal. 

2. Konsonan? Vokal? Apa itu? 

Konsonan adalah huruf mati yang bunyinya terhalang sesuatu di mulut yang bunyinya selain huruf vokal (a, i, u, e, o) seperti K, B, J, T, dst. 
Huruf vokal adalah bunyi a, i, u, e, o, jika dalam bahasa arab itu seperti kasrah, dhammah dan fathah. Selain vokal dasar masih ada lagi, misalnya diftong (vokal gabungan); ua, iau, eua, dst. 

3. Kenapa huruf-hurufnya banyak yang berbunyi sama dan berbeda bentuk serta terdiri dari beberapa kelas? 

Jawabannya ada di: http://www.fakhri.id/2017/03/kelas-konsonan.html

4. Bagaimana caranya menulis kata?
Walaupun banyak huruf yang mirip dan bunyinya sama, tapi kita tidak bisa menulis kata dengan sembarang konsonan, sebagai contoh kata คะ (khá) tidak bisa ditulis dengan menggunakan huruf "Kh" ข (kelas tinggi) menjadi ขะ (khà). Yang terjadi adalah nada dan arti yang dihasilkan berbeda bahkan tidak berarti. Seperti kata "Fanta" tidak bisa ditulis menjadi "Vanta". 

5. Kenapa Bahasa Thai yang ditulis dengan yang dibaca berbeda? 

Sebenarnya sama, mungkin karena kamu pernah baca di situs lain ada yang menulis "ruk" = cinta itu sebenarnya dibacanya "rak", begitu juga sawaddee itu dibacanya "sawaddii". Itu karena penulisan seperti itu menggunakan gaya Bahasa Inggris yang mengubah huruf U dibaca A dan huruf E dibaca i. 

6. Sawasdee/sawaddee/sawatdii? 

Pada dasarnya semua benar, penjelasan lebih lengkap ada di: http://www.fakhri.id/2015/09/sawatdii-khrap-atau-sawaddee-khab.html

7. Bagaimana penggunaan "khrap" dan "kha"? 

Digunakan berdasarkan gender si pembicara bukan si pendegar.
Khrap khusus digunakan untuk cowok. Kha khusus digunakan untuk cewek. Contoh: 
Adi: Sawatdii khrap! Ani: Sawatdii kha. 
Khrap dan kha gak bisa diartikan secara pasti, selain penggunaannya sebagai partikel kesopanan bagi si pembicara, bisa juga digunakan sebagai statement "iya". 

8. Saya sering mendengar kata "Na" diakhir kalimat artinya apa? 

Tidak ada artinya, hanya sebagai pelembut dan kesopanan saja, rasanya seperti kita menambahkan kata "yaa.." di kata "terima kasih". "Terima kasih yaa.."

9. Bagaimana jika ingin memanggil orang? 

Memanggil orang yang lebih muda dari kita panggil dengan "nong". Memanggil yang sebaya "khun".  Memanggil yang lebih tua dari kita "phii". Memanggil ibu-ibu "paa". Memanggil bapak-bapak "lung". 

10. ตลก kenapa dibacanya "talok" kenapa bukan "tolok"? 

Ada yang namanya vokal turunan, rumusnya seperti ini:

  1. 2 konsonan tanpa vokal akan menghasilkan vokal O. Contoh: ตก (tok). 
  2. 3 konsonan tanpa vokal maka suku kata pertama menghasilkan vokal A dan suku kata kedua menghasilkan vokal O. Contoh: ต-ลก (ta-lok). 
  3. selain dari yang disebutkan di atas akan menghasilkan vokal A. Contoh: ต-ลาด (ta-laat).

11. Kenapa vokal "ai" ada 2? ไ dan ใ

Vokal ใ hanya bisa digunakan untuk 20 kata khusus, selengkapnya lihat di http://www.fakhri.id/2016/12/perbedaan-vokal-ai.html

12. Apakah ada tempat les Bahasa Thai?

Untuk saat ini belum ada.

13. Apakah ada kamus Bahasa Thai?

Ada, tapi tanpa transliterasi/romanisasi. Dapat dibeli di https://www.tokopedia.com/kapadosia/kamus-thai-indonesia-thai 

Berlangganan untuk menerima artikel terbaru melalui email secara gratis:

2 Tanggapan untuk "Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan (FAQs)"